Kisah Islami

Posted: 3 September 2009 in cerpen

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang sedang berpikir tentang sebuah Filosofi hidup. Yang di pikirkannya adalah beberapa pertanyaan yang selalu membayangi hidupnya, yaitu: Apakah takdir itu? Apa bukti kalau Allah itu ada? Dan kenapa Syaitan yang terbuat dari api kelak akan di masukan ke dalam neraka yang penuh dengan api?
Untuk memenuhi rasa penasarannya itu Si pemuda mencari orang-orang pintar seperti Profesor, Doktor, Guru dan sebagainya. Tapi tak pernah Ia merasa puas akan jawaban yang di sampaikan orang-orang tersebut.
Lalu Ia bermaksud untuk menemui tokoh agama Islam atau biasa di sebut Pak kyai. Segeralah Ia pergi ke sebuah Pondok Pesantren dan langsung bertanya pada pak kyai, “Pak kyai, tolong beri penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan saya mengenai filosofi hidup”, “baik” kata pak kyai. “Yang pertama, apakah takdir itu? kedua, Buktikan kalau Allah itu benar-benar ada? Yang terakhir, kenapa Syaitan yang terbuat dari api kelak akan di masukan ke dalam neraka yang penuh dengan api?”
Tak lama setelah Si pemuda itu menyelesaikan pertanyaannya, Pak kyai menampar pipi pemuda itu. si pemuda itu bertannya, “Kenapa Pak kyai menampar saya? Apa salah saya?”.” Itulah jawaban atas semua pertanyaan anda”, Pak kyai berkata. “Maksudnya?”, Si pemuda kembali beertanya. “Anda tahu tidak kalau saya akan menampar anda?”, Pak kyai bertanya. “Tidak”, Si pemuda itu menjawab. “Dan itu terjadi kan?” Pak kyai kembali bertanya. “Iya” Kata Si pemuda. “Itulah Takdir, sebuah ketentuan dari Allah yang meskipun kita tidak tahu tapi semua itu pasti terjadi”. Pak kyai menjelaskan. “Lalu, untuk pertanyaan yang kedua dan ketiga?”. “Waktu saya tampar, apa yang anda rasakan?” Pak kyai bertanya. “Sakit”, Pemuda itu menjawab. “Lalu, apakah anda dapat melihat rasa sakit?”, Pak kyai kembali bertanya. “Tidak” Si pemuda menjawab. “Seperti itulah hakikatnya Allah SWT, tidak dapat kita lihat tapi dapat kita rasakan, keberadaannya dapat kita rasakan melalui ciptaannya Semesta alam ini”. “Untuk pertanyaan yang ketiga, terdiri dari apakah tangan saya?” Pak kyai bertanya. “Kulit, daging, dsb” Si pemuda menjawab. “Lalu, apakah anda merasakan sakit?”, Pak kyai kembali bertanya. “Iya, saya merasakan sakit”. Si pemuda menjawab. “Seperti itulah, meskipun Syaitan terbuat dari api tetapi jika di masukkan ke dalam neraka Syaitan pun akan merasakan panasnya api neraka”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s