Sinopsis Roman Bukan Pasar Malam

Posted: 17 Juni 2010 in sastra

– Judul : Bukan Pasar Malam
– Pengarang : Pramoedya Ananta Toer
– Tahun : Cetakan 6, 2007
– Tebal buku : 106 hlm.
– Penerbit : Lentera Dipantara, Jakarta
pramoedya ananta toer
Ringkasan Cerita
Roman ini mengisahkan tentang seorang pemuda revolusi yang kehidupan sehari-harinya memaksakan dirinya untuk melupakan jiwa aslinya sebagai pemuda revolusi. Berawal dari surat yang menyuruhnya untuk segera pulang kerumah dikarenakan ayahnya yang sedang sakit. Dalam perjalanan pulangnya itu, pergolakan batin mulai memenuhi hatinya. Tentang keadaan sekitar yang telah berubah, tentang kenangan-kenangannya dahulu, juga tentang bagaimana keadaan ayahnya yang sedang sakit.
Sesampainya dirumah, hatinya terpaksa terluluhkan oleh keadaan keluarganya, keadaan adik-adiknya, rumahnya, dan keadaan bapaknya tentunya. Jiwa besarnya sebagai pemuda revolusi seketika luluh menghadapi keadaan tersebut. Setiap harinya ia harus menguatkan dirinya melihat keadaan ayahnya yang terbaring sakit di rumah sakit.
Segala pertanyaan tentang keadaan keluarganya setelah ditinggal olehnya ia tanyaka kepada adiknya yang keempat dan kepada pamannya. Pernyataan-pernyataan yang terlontar dari adiknya dan pamannya sesekali membuatnya menangis dan merasa miris. Akan tetapi, dibalik semua itu ia merasa ayahnya adalah sosok yang sangat idealis, nasionalis, dan bertanggung jawab. Hal tersebut dibuktikan melalui kisah dari adiknya, pamannya, tetangganya, dan orang-orang terdekat lainnya.
Dengan sepenuh hati ia beserta adik-adiknya merawat ayahnya yang sakit. Segala pinta ayahnya mereka turuti untuk kesembuhan ayahnya. Namun, sepertinya takdir lebih kuat dari semua usaha mereka. Ayahnya meninggal dunia menyusul anggota keluarga lainnya yang telah meninggal lebih dahulu. Ayahnya menyisakan kenangan dan sifat-sifat yang tidak bisa ia lupakan, begitupun bagi orang lain. Jiwa besar ayahnya akan terus ia ingat.

Komentar
Roman ini merupakan roman yang bertemakan sederhana. Hal yang paling menonjol dalam roman ini adalah bagaimana pengarang menggambarkan antara watak satu tokoh dan tokoh lainnya. Ada yang digambarkan melalui dialognya dengan tokoh lain, ada yang digambarkan melalui cerita dari tokoh lain, ada pula yang digambarkan melalui kegiatan yang dilakukannya. Penggunaan konflik dalam roman ini lebih banyak ditekankan pada konflik batin, terutama pada tokoh utamanya. Pengarang banyak menyisipkan kisah-kisah diluar kisah inti dari tokoh utamanya. Akan tetapi, kisah-kisah pendukung tersebut tidak merusak kisah intinya, melainkan mendukung kisah intinya, karena diramu dengan sedemikian teraturnya. Sehingga pembaca tidak merasa bingung sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s