Tugas Tentang Kritik Sastra Marxis (SOSSAS)

Posted: 23 Desember 2010 in Kuliah

1. Bagaimana hubungan pengaruh sosial ideologi dan pembagian kerja menurut Marx dan Engels?
Jawab: Akibat dari pengaruh sosial ideologi pada saat itu, alat-alat produksi dan keberwenangan mengemukakan ide-ide pun dikuasai oleh pemerintah. Karena pembagian kerja harus bersifat paralel (selaras) dengan perbedaan bentuk kepemilikannya.
Pembagian kerjanya terbagi menjadi dua, Proletariat dan Kapitalis. Proletariat sebagai pekerja, sedangkan Kapitalis sebagai pemberi upah.

2. Bagaimana struktur masyarakat menurut Marx dan Engels?
Jawab: Struktur masyarakat menurut Marx dan Engels terbagi menjadi lima kategori, yaitu: 1) Masyarakat Agraria Primitif, bercirikan menggunakan alat produksi berupa tanah. 2) Masyarakat perbudakan, cirinya semua alat produksi berupa budak-budak itu sendiri. 3) Masyarakat Feodal, cirinya alat produksinya berupa tanah. 4) Masyarakat Borjuis, cirinya alat produksinya adalah industry. 5) Masyarakat Komunis, cirinya sudah tidak ada lagi alat-alat produksi yang kepemilikannya dikuasai oleh individu ataupun kelompok.

3. Bagaimana hubungan antara infrastruktur dan suprastruktur menurut Marx dan Engels? Dimana letak karya sastra dalam struktur masyarakat tersebut?
Jawab: Infrastruktur merupakan sistem dasar dari suprastruktur itu sendiri. Letak karya sastra dalam struktur masyarakat tergantung dari sistem dasar masyarakat itu sendiri. Karena sastra merupakan bagian dari suprastruktur masyarakat. Letaknya disejajarkan dengan suprastruktur yang lain, seperti agama, politik, dan sebagainya.

4. Bagaimana Marx dan Engels menempatkan hubungan sastra dengan masyarakat?
Jawab: Hubungan sastra dengan masyarakat menurut Marx dan Engels dijelaskan melalui pendapatnya, bahwa sastra merupakan unsur dari Suprastruktur masyarakat yang bergantung pada basis ekonomi masyarakat tersebut. Artinya, hubungan sastra dengan masyarakatnya yaitu menempatkan sastra sebagai perantara yang menggambarkan kenyataan ekonomi pada sebuah masyarakat.

5. Bagaimana pikiran pokok Engels tentang sastra?
Jawab: Menurut Engels, sastra adalah cerminan pemantul dari proses social, dengan konsep bahwa tendensi seorang pengarang harus disajikan dengan tersirat saja, tidak dengan gamblang dan harus dogmatis.

6. Bagaimana konsep George Plekhanov mengenai seni?
Jawab: Bahwa seni harus bersumber pada perjuangan kelas (seperti pendapat Marx dan Engels); seni yang tidak bersumber pada perjuangan dan tidak terikat dengan kelas-kelas tidak mungkin menjadi seni yang agung.

7. Bagaimana pandangan Lenin mengenai sastra?
Jawab: – Sastra harus terikat dengan kelas-kelas yang ada di dalam masyarakat.
– Sastra mencerminkan kenyataan sebagai ungkapan pertentangan kelas.
– Sastra harus membangun masyarakat.
– Tiga syarat ikatan partai: sastra harus fungsional, mengabdi kepada rakyat, dan merupakan bagian kegiatan partai komunis.
– Adanya dialektika antara sastra dan kenyataan.

8. Banagimana pandangan George Lukacs mengenai sastra?
Jawab: Bagi Lukács sastra merupakan indikator patologi modernitas, keterpecahan antara subyektifitas individu dan dunia keras yang mengikuti iramanya. Dalam hal ini, sastra menurutnya hanya bersifat seperti cermin, menggambarkan realita yang digabungkan dengan unsur kesubyektifitasan.
Selain itu, menurut Lukacs sastra ditulis berdasarkan pandangan tertentu, tanpa tujuan dan perspektif, sastra hanya menjadi semacam laporan yang memasukkan segala yang buruk maupun yang baik, penting ataupun tidak penting.

9. Apa perbedaan pandangan Engels dan Lenin mengenai sastra?
Jawab: Pandangan Engels hanya terfokus pada karya sastra. Sedangkan Lenin memandang sastra dengan hubungannya terhadap masyarakat, kelas-kelas, kehidupan sosial dan pengaruhnya.

10. Apa saja tugas kritikus sastra di Rusia, di bawah rezim Stalin?
Jawab: – Pembicaraan yang tidak ada habisnya tentang apakah sajak, novel, atau lakon sejalan dengan garis partai.
– Pembabatan di depan umum terhadap penulis yang mengambil posisi keliru dalam realism sosialis.
– Tuntutan yang bertubi-tubi agar semua karya sastra dijadikan alat perjuangan kaum proletar.
– Pemujaan terhadap paham lawan positif dan pengganyangan gaya penulisan yang erotis dan kabur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s