HARAPKU PADAMU, LEWAT SEPUCUK SURAT

Posted: 1 Januari 2011 in Curhat

Maafkan aku. Sungguh aku tidak bermaksud melupakanmu. Aku sama sekali tidak pernah berniat menjauh darimu. Bahkan, ketika tanganMu membelaikupun aku masih sangat ingat, sungguh lembut, lembut selembut-lembutnya. Kini aku merindukan itu.
Aku pun sangat yakin kalau kau masih selalu ada buatku. Memang, sesekali aku kelewat batas pura-pura tidak mengenalmu, tapi sekali lagi aku tegaskan, aku tidak ingin semua ini terjadi. Aku hanya ingin bersamamu, berjalan melewati rute yang sengaja kau buat sebagai tantangan seberapa kuat rasa sayangku kepadaMu.
Ingatkah kau ketika pertama kali orang tuaku mengenalkanMu padaku. Meskipun dari awal aku mendekatiMu hanya karena ingin membahagiakan kedua orang tuaku, tapi sekarang aku sudah mencanduMu. Aku sakau tanpaMu. Aku tak sanggup jika harus pergi meninggalkanMu. Aku ingin selalu bersamaMu. Sekarang, satu-satunya yang kuharap adalah kau mau mendengarku, hanya itu.
Jika orang tuaku tahu kalau kini hubungan kita agak merenggang, aku akan menjadi anak yang paling durhaka. Tapi, jujur, aku merindukanMu kembali bukan karena orang tuaku. Aku merindumu dari hatiku yang terdalam. Aku yakin kau pun percaya padaku.
Disini, di kamar kecil—berbentuk persegi yang selalu menjadi tempatku mencurahkan rinduku yang kadang aku koar-koarkan ataupun hanya aku simpan dalam hati—aku ingin sekali mengingatMu selalu. Disini, di dunia—yang entah mana ujungnya, entah mana yang disebut baik dan buruk, entah mana yang layak disebut pintar dan mana yang bisa disebut bodoh—aku memohon padaMu, hembuskan nafas yang pernah kurasakan mendamaikan hatiku. Mesti kutahu aku tak bisa mengenalMu lebih dari kau mengenalku, tapi izinkanlah aku menyayangiMu lebih dari kau menyayangiku yang hanya seorang pengelana.
Sungguh. Aku hanya ingin menyayangiMu setulus hatiku. Aku tahu, banyak orang lain yang sayang kepadaMu, baik yang rasa sayangnya lebih besar dariku kepadaMu ataupun sebaliknya. Aku sama sekali tidak peduli. Rasa sayangku ini bukan rasa sayang untuk memiliki, tapi lebih kepada rasa sayang ingin selalu ada untukMu. Karena hanya kaulah tempatku mengharap, hanya kepadaMu.
Sekali lagi, izinkan aku untuk bisa berjalan di dalam rute yang memang telah kau tentukan untuk menggapai mimpi yang sama sekali belum kukenali. Karena hanya dengan izinMu aku mampu. Tolong rengkuh kembali ketika kuterjatuh, dan rangkul aku dengan tangan lembutmu. Aku akan selalu mengingatMu penuh, Ya Allah… InsyaAllah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s