Sebagian Nyawa Pengendara Ada Pada Lampu Sein (Sign)

Posted: 6 April 2015 in Sentil
Tag:, , ,

Mengendarai kendaraan darat baik itu mobil, motor, atau lainnya merupakan salah satu cara agar pengendara menghemat tenaga dan waktu dalam rangka menuju ke suatu tempat. Hal tersebut bergantung pada jarak yang akan ditempuh. Permasalahannya adalah banyak pengendara berusaha menghemat tenaga dan waktu tapi justru mengabaikan keselamatan bahkan nyawanya sendiri.

Satu hal yang erat kaitannya dengan keselamatan berkendara adalah lampu sein. Saya sering menemukan beberapa kasus pengendara baik yang tidak pernah menyalakan lampu sein, terlambat menyalakan lampu sein, lampu sein motornya selalu menyala, bahkan ada pula yang berbelok tidak sesuai dengan lampu sein. Hal tersebut tentu berakibat fatal bagi pengendara itu sendiri maupun bagi pengendara lain. Karena sejatinya lampu sein diciptakan untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lainnya. Ditambah lagi dari sumber yang saya baca, UU No 22/2009 pada pasal 294 menegaskan bahwa pengendara yang berbelok atau berbalik arah tanpa memberi isyarat lampu penunjuk arah atau isyarat tangan akan diganjar pidana. Tinggal pilih, mau pidana penjara maksimal satu bulan atau denda Rp 250 ribu. Hukuman tersebut tentu akan lebih berat jika kasusnya sampai menghilangkan nyawa seseorang.

Persoalan mengenai pengendara yang tidak pernah menggunakan lampu sein adalah persoalan yang paling kritis dalam kaitannya dengan lampu sein. Dengan kata lain, pengendara tipe ini menganggap jalanan seperti miliknya sendiri, tidak memperdulikan pengendara lain.

Dari pengamatan saya, kasus pengendara yang tidak pernah menggunakan lampu sein disebabkan karena beberapa faktor. Pertama, kendaraannya merupakan kendaraan jadul (sudah tua) sehingga lampu seinnya sudah tidak menyala. Kedua, modifikasi kendaraan sehingga berpikir untuk merubah lampu sein menjadi sangat kecil bahkan meniadakannya. Ketiga, menurut saya ada anggapan yang menganggap bahwa menggunakan lampu sein dianggap kurang gaul (terutama kalangan anak muda).

Persoalan lainnya mengenai lampu sein adalah keterlambatan dalam pemakainnya. Kasus in sering kita temui di jalanan di mana pengendara menggunakan lampu sein seketika saat ia hendak berbelok. Hal tersebut tentu dapat membahayakan pengendara itu sendiri dan pengendara lainnya.

Menurut beberapa sumber yang saya baca, penggunaan lampu sein yang baik berkisar antara 20-30 meter sebelum berbelok. Tentunya kita memiliki perkiraan sendiri kapan seharusnya kita menyalakan lampu sein sebelum berbelok. Pengendara tipe ini meskipun masih membahayakan, tetapi setidaknya masih menghargai pentingnya lampu sein dalam berkendara.

Tipe pengendara lainnya yaitu pengendara yang lampu seinnya selalu menyala. Pengendara tipe ini termasuk ke dalam kategori bahaya. Bagaimana tidak? Pengendara tipe ini selalu membuat pengendara lainnya merasa kebingungan. Misalkan saja lampu seinnya selalu menyala ke arah kanan, padalah si pengendara berjalan lurus. Tentu pengendara lain yang hendak menyalip merasa ragu-ragu.

Bahaya lain yang ditimbulkan tipe pengendara yang selalu menyalakan lampu seinnya merujuk pada tipe berikutnya yaitu berbelok tidak sesuai dengan lampu seinnya. Misalkan saja lampu sein pengendara tipe ini selalu mengarah ke kanan selama perjalanan, sementara ia tiba-tiba berbelok ke kiri, tentu akan mengakibatkan kecelakaan dalam berkendara.

Beberapa kasus diatas dapat diatasi dengan menggunakan isyarat lain yaitu lambaian tangan. Konyolnya, sering saya temui isyarat lambaian tangan justru lebih favorit digunakan dari pada lampu sein itu sendiri, meskipun terkadang lempu sein kendaraannya masih normal dan baik. Akan tetapi, bagaimanapun bentuknya, memberi isyarat kepeda pengendara lain di jalan sangatlah penting.

Dalam berkendara, keselamatan dan nyawa kita dipertaruhkan sekian persen. Meskipun pada dasarnya perihal keselamatan siapa yang tahu, tetapi setidaknya dengan berhati-hati, kita mempu mengurangi resiko tersebut. Oleh karena itu, tetap jaga keselamatan berkendara, sayangi badan kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s